Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Eco Enzyme di Tanah Bumbu
BATULICIN - Sekitar 80an peserta perwakilan dari Kepala Desa, Sekolah SD, SMP, SMA, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan BUMDes di Tanah bumbu mengikuti sosialisasi Eco Enzyme For Green And Sustainnable Environmet.
Kegiatan itu dimaksudkan untuk membangun circular economic melalui bioteknologi pengolahan sampah organik berbasis eco enzyme sebagai aksi nyata pelaksanaan green economic di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, yang digelar di Aula Soraja Hotel Ebony Batulicin, pada hari Kamis tanggal 8 Desember 2022.
Sosialisasi ini, digelar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan perusahaan tambang PT TIA (Tunas Inti Abadi), dengan menghadirkan narasumber Ketua Pusat Study Eco Enzyme Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Dr Dian Masita Dewi, SE, MM.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu, M. Halidie, mengatakan kegiatan yang digelar bekerjasama dengan PT TIA, adalah sosialisasi dan pelatihan untuk mengedukasi masyarakat terkait Eco Enzyme.
Menurut Halidie, masyarakat banyak yang tidak tahu, padahal ini cairan serba guna dari hasil limbah organik yang diolah bisa berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan yang tidak digunakan lagi, dan diproses permentasi sampai 90 hari.
Prosesnya ada tahapannya, mulai dari 7 hari ini harus dibuka dulu untuk keluarkan gas metan kemudian ditutup lagi, setelah 30 hari ditutup lagi sampai hari ke 90.
"Bulan pertama terbentuk alkohol, bulan kedua asam asetat, bulan ketiga ini terbentuk enzim, dan enzim ini digunakan untuk macam-macam, misalnya sebagai desinfektan, menyuburkan tanaman atau pupuk, cuci piring dan banyak lagi dan ini juga bernilai ekonomis," katanya.
Untuk desa di kampung iklim, ini akan mendukung mereka dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan mereka yang hadir bisa mengerti dan bisa memanfaatkan sampah menjadi bisa menghasilkan," katanya.
Kemudian pada sekolah Adiwiyata, juga menjadi edukasi bagi warga sekolah terutama siswa dalam aspek pengelolaan sampah dalam lingkup Adiwiyata sehingga bisa ditularkan pada rumah siswa itu sendiri, masyarakat sekitar sekolah maupun masyarakat sekitar tempat tinggal masing-masing siswa maupun tenaga pendidik.
Sedangkan untuk KSM maupun TPS 3R bahkan sampai TPA dapat mengurangi tingkat kebauan di tempat kegiatan pengolahan sampah serta dapat meningkatkan nilai ekonomis dan memperpanjang umur TPA.
Pada pertemuan tersebut juga diberikan sertifikat bagi peserta pelatihan dan beberapa door prize bagi yang bisa menjawab pertanyaan dari narasumber, PT. TIA dan DLH sendiri.
Selanjutnya hasil pembuatan eco enzyme masingmasing kelompok akan dipresentasikan lagi untuk 3 bulan mendatang dan difasilitasi oleh PT. TIA kembali.