MONITORING DAN EVALUASI TPA SATUI: WUJUD KOMITMEN PEMBENAHAN PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN
BATULICIN - Selasa, 23 Juni 2026, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu didampingi Kepala UPTD Pengelolaan Sampah, serta Koordinator Lapangan melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Satui dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) operasional TPA.
Kegiatan ini bertujuan untuk menginventarisasi kondisi eksisting, mengidentifikasi berbagai kendala dan permasalahan di lapangan, serta menyusun langkah-langkah tindak lanjut jangka pendek dan jangka menengah guna mendukung pembenahan dan penataan TPA Satui secara bertahap. Upaya tersebut akan dilaksanakan melalui kewenangan Dinas Lingkungan Hidup maupun sinergi lintas sektor bersama instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Hasil monitoring dan evaluasi ini akan menjadi dasar penyusunan program pembenahan infrastruktur dan peningkatan operasional TPA yang direncanakan mulai dilaksanakan secara bertahap pada tahun 2026, serta berlanjut pada periode 2027–2029 sesuai kebutuhan dan ketersediaan dukungan pendanaan.
Selain optimalisasi pengelolaan di hilir, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga terus mendorong pengurangan timbulan sampah yang masuk ke landfill TPA Satui, khususnya dari wilayah Kecamatan Satui dan Angsana. Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan adalah penyusunan perencanaan fasilitas pengolahan sampah skala TPST dengan produk utama Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk.
Pengembangan fasilitas pengolahan tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang ditimbun di landfill, meningkatkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif, serta mendukung pencapaian target nasional pengelolaan sampah.
Meski berbagai upaya pembenahan dan optimalisasi TPA terus dilakukan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah tetap dimulai dari hulu melalui Gerakan Aksi Pilah Sampah dari Sumbernya. Oleh karena itu, edukasi, kampanye, dan pendampingan kepada masyarakat, perkantoran, sekolah, pelaku usaha, dan kawasan permukiman akan terus dimassifkan agar sampah yang masuk ke TPA semakin berkurang, umur layanan TPA menjadi lebih panjang, serta pengelolaan operasional persampahan dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
BerAKSI Wujudkan Kabupaten Tanah Bumbu ASRI
Aman, Sehat, Resik, dan Indah